Kamis, 10 Januari 2013

penyebab penyakit rahim

Penyakit Kanker Rahim

Penyakit Kanker Rahim

kanker serviks akut 1 300x225 Penyakit Kanker RahimPenyakit Kanker Rahim (Kanker Serviks) merupakan penyakit yang mematikan. Tetapi, bukan berarti apabila anda terkena penyakit kanker rahim ini, dipastikan anda segera meninggal. Walaupun dalam mengobati penyakit ini sangat memakan waktu lama, kini dengan menggunakan produk obat herbal XAMThone Plus, alhamdulillah penyakit kanker rahim ini dapat ditangani dengan tuntas dan dibuktikan dengan hasil laboratorium tentunya.
Walaupun penyakit ini dapat disembuhkan, bukan berarti anda tidak perlu mengetahui informasi mengenai penyakit kanker rahim ini. Di bawah ini kami akan coba bahas secara lengkap tentang penyakit kanker rahim.

Apa itu Penyakit Kanker Rahim?

Penyakit kanker rahim adalah penyakit yang disebabkan karena adanya pertumbuhan sel-sel kanker pada bagian leher rahim (cervix). Penyakit ini merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena penyakit kanker ini.

Apakah Penyakit Kanker Rahim itu Menular?

Perlu digaris bawahi penyakit kanker rahim bukan penyakit yang menular. Akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit kanker rahim ini. Salah satunya yaitu adanya infeksi Human papillomavirus (HPV), yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Jadi yang ditularkan bukan penyakit kanker rahim akan tetapi penyebab atau virus HPV tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyakit kanker rahim tidak dapat menular dengan cara jabatan tangan, keringat, tukar menukar pakaian dan sebagainya.

Lalu, Penyebab Penyakit Kanker Rahim itu Apa?

Ada banyak faktor yang berkaitan dengan penyebab penyakit kanker rahim ini. Di antara yang paling adalah infeksi dari Human papillomavirus (HPV) yang mempunyai risiko tinggi. Di samping infeksi virus HPV, para peneliti telah mengenali sejumlah faktor lain yang menyebabkan penyakit ini, diantaranya adalah:
  1. Indikator dari aktivitas seksual.
  2. Usia dini ketika melakukan hubungan seksual pertama kali
  3. Jumlah dari pengalaman hamil.
  4. Adanya riwayat dari penyakit menular seksual (PMS).
  5. Keputihan yang berlangsung secara terus menerus dan tidak diobati.
  6. Kebiasaan membasuh genital dengan sembarang air dan tidak bersih.
  7. Pemakaian pembalut yang mengandung bahan dioksin.
  8. Daya tahan tubuh yang lemah, kurangnya konsumsi vitamin C, vitamin E, dan asam folat.
  9. Kebiasaan merokok juga menambah risiko penyakit kanker rahim.
Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker rahim. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.
Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

Bagaimana Gejala Dari Penyakit Kanker Rahim?

Kanker rahim pada kebanyakan wanita tidak menimbulkan bayak gejala. Hanya saja ada beberapa gejala yang harus diwaspadai, di antaranya:
  • Pendarahan tidak normal, yang bisa berupa pendarahan sesudah berhubungan intim, pendarahan abnormal di luar waktu haid dan pendarahan sesudah menapause.
  • Adanya zat cair yang berwarna putih agak kuning dan berbau yang keluar dari alat kelamin.
  • Rasa nyeri pada pinggul dan kaki.
Perlu diketahui, bahwa keputihan merupakan salah satu dari gejala penyakit kanker rahim, tetapi sebagian besar keputihan disebabkan karena adanya infeksi jamur atau bakteri pada daerah mulut rahim. Adapun kondisi keputihan yang tidak normal bila terjadi indikasi sebagai berikut: berbau, berwarna kehijauan, terdapat rasa gatal, dan panas.

Bagaimana Cara  Mencegah Penyakit Kanker Rahim?

Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, penyakit kanker rahim merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
  • Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti.
  • Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual.
  • Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual, dan
  • Tentunya memelihara kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi obat herbal yang dapat mencegah dan mengobati penyakit kanker rahim, yang tidak menimbulkan efek samping yang dapat memperburuk kesehatan.

Obat herbal apa yang tidak menimbulkan efek samping?

XAMThone Plus – Merupakan obat herbal tanpa efek samping bagi kesehatan. XAMThone Plus merupakan produk herbal yang sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh berbagai macam virus dan bakteri, seperti penyakit kanker rahim. Kandungan penting yang terdapat pada produk Xamthone Plus yaitu ekstrak kulit buah manggis.
Dibalik rasanya yang pahit, kulit buah manggis (Garcinia mangostana) ternyata mengandung banyak khasiat. Kulit buah manggis mengandung zat xanthone yang meliputi mangosting, mangostenol, mangostinon A, mangostinon B, trafezifolizanthone, tovophylin B, alfamangostin, beta mangostin, garcinon B, mangostanol, flavonoid, epicatechin dan gartanin. Kadar xanthone di dalam kulit buah manggis mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai khasiat sebagai anti oksidan dan anti kanker, diantaranya adalah kanker rahim, kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, kanker hati, dan leukemia. Ekstrak kulit buah manggis bersifat antiproliferasi sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Xanthon dalam kulit buah manggis juga dapat menyembuhkan penyakit tuberculosis (TBC), asma, dan sebagai aninfalamsi serta anti diare.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar