Selasa, 15 Januari 2013

atasi flek pada bayi

Langkah Mengatasi Flu pada Anak


5 Langkah Tepat Atasi Flu pada Anak - Meski tampak sepele, penyakit flu bisa membuat kita kerepotan. Terlebih lagi jika yang terserang adalah anak kita. Suhu tubuh anak yang meningkat, hidung berair dan batuk bisa membuat perasaan kita menjadi semakin tidak tenang. Jangan panik dulu. Selama kita bisa melakukan penanganan secara benar, semuanya akan baik-baik saja.

Penyebab flu sebagian besar adalah virus, sehingga obat yang utama adalah memenuhi kecukupuan nutrisi termasuk air dan cukup istirahat, saran dr. Rini Sekartini dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Jakarta. Jadi, kita tak perlu buru-buru pergi ke dokter atau rumah sakit untuk menghadapi anak yang terserang flu. Coba lakukan perawatan di rumah ini sambil mengistirahatkan si kecil.

Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari respons perlawanan tubuh terhadap infeksi, jelas Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K) dan dr. Rudianto Sofwan dalam buku 123 Penyakit dan Gangguan pada Anak. Biasanya demam ditandai dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius suhu ketiak). Biasakan mengukur suhu tubuh anak dengan termometer, bukan dengan telapak tangan. Segeralah ke dokter jika demam tidak kunjung reda selama 3 hari, atau suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 39 derajat Celsius.
Tip: Memberikan sirup parasetamol yang dijual bebas di pasaran. Obat boleh diberikan setiap 4 jam sekali dengan dosis yang tertera pada kemasan. Kompres kening si kecil dengan air hangat. Cara ini bisa percepat penurunan suhu tubuhnya. Jangan lupa untuk mengukur suhu tubuh anak secara berkala.

“Jika anak flu, ia boleh diberi obat yang sifatnya meredakan gejala. Jika penyakit dimulai dengan batuk kemudian disertai demam, maka dapat diberikan obat batuk dan obat penurun panas, saran dokter Rini.
Tapi tidak semua batuk harus diberikan obat. Ada kalanya batuk bersifat normal, hanya sebagai refleks fisiologis tubuh untuk mengeluarkan lendir  dan dahak. Pada kondisi ini, kita tidak perlu memberikan obat pada si kecil, sebab bisa hilang sendiri dalam waktu 3-5 hari setelah demam. Tip: Redakan radang tenggorokan dan batuk dengan memberikan madu dan air putih. Tidak dianjurkan untuk memberikan madu pada anak berusia di bawah 1 tahun, karena dapat menyebabkan keracunan.

Jangan minta anak untuk mengeluarkan ingusnya pada sehelai tisu atau kain kering, karena permukaan yang cenderung kasar bisa sebabkan iritasi. Tip: Gunakan handuk basah yang sudah direndam dalam air hangat. Jika sudah terlanjur iritasi, aplikasikan pelembab atau petroleum jelly pada bagian yang teriritasi. Untuk masalah hidung tersumbat, kita bisa berikan obat tetes hidung dari bahan NaCl yang ada di apotik.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kuman atau partikel asing terhirup dan memicu pilek pada anak. Tip: Biasakan si kecil untuk mencuci tangan dengan air mengalir usai membuang ingus, memegang benda-benda berdebu, dan sebelum makan. Ingatkan juga anak untuk tidak sering melakukan kontak fisik di daerah hidung dengan tangan.

Hindari anak dari camilan manis dan ringan. Sebab kandungan gulannya malah akan melemahkan daya tahan tubuh mereka. Kita bisa perbanyak asupan air dalam tubuh, seperti ASI, air putih, air jahe, air jeruk, atau sup hangat. Atau tambahkan asupan vitamin C dari stroberi dan kiwi dan makanan tinggi protein seperti telur. Berikan sedikit-sedikit dalam jumlah yang sering.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar